KH. Wahib Mahfudz (Pengasuh PP Al Huda Kebumen)
Apel Akbar Kesetiaan Terhadap NU dan NKRI digelar di Pantai Petanahan Kebumen, Ahad, 16 April 2017. Sebanyak 17 ribu kader yang tersebar di seluruh Kabupaten di Jawa Tengah bahkan beberapa rombongan hadir langsung dari luar Jawa berkumpul menyatakan kesetiaan kepada Nahdlatul Ulama dan NKRI.
Jumlah peserta apel kader penggerak NU Jawa Tengah melebihi jumlah yang diperkirakan panitia. Awalnya panitia memperkirakan yang akan datang sebanyak 10 ribu peserta, tapi ternyata lebih dari 15 ribu. “Hal ini menjadikan fasilitas yang disediakan tidak mencukupi, namun dengan semangat yang tinggi dan ikhlas dalam mengabdi kepada NU, semuanya bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Foto dari atas
Banyaknya peserta yang hadir menjadi kegembiraan tersendiri bagi masyarakat, pemerintah dan PCNU Kabupaten Kebumen. Pasalnya, peserta berangkat sejak sehari sebelumnya (Sabtu, 15/4/17) dengan membuat tenda di sekitaran pantai Petanahan Kabupaten Kebumen.
Lalu malam harinya mengikuti istighotsah di tepi pantai, dan beristirahat di tenda masing-masing dengan tanpa keluh kesah dan duduk seadanya serta tawadlu'
Rais Syuriah PCNU Kebumen, KH Wahid Mahfud, (Pengasuh PP Al Huda Kebumen) dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran puluhan ribu kader menambah semangat masyarakat Kebumen dalam mengikuti jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan menjadikan NU di Kebumen lebih otentik. “Dengan adanya pertemuan ini menambah vitamin kepada masyarakat Kebumen yang selama ini ke-NU-annya sudah sangat mendalam,” tuturnya.
Meski ke-NU-an di Kebumen sudah mendarah daging, namun dengan banyaknya paham-paham keislaman lain yang belakangan banyak bermunculan, sebagian warga nahdliyin kadang ada yang terpengaruh.
Hal ini menjadikan masyarakat Kebumen tidak outentik lagi dalam mengikuti paham Ahlussunnah wal jama’ah yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama. “Kedatangan para kader penggerak menambah semangat.
Ibarat emas, dengan adanya acara ini ke-NU-an di Kebumen menjadi 24 karat murni,” jelasnya. "beliau juga menyampaikan NU tidak boleh takut dengan apapun tapi jangan menakut-nakuti" tambahnya.
Hadir dalam Apel Akbar ini Pengurus Mustasyar NU H. As’ad Said Ali, KH. Abdul Mun’im dan pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah.
Ketua pengurus wilayah NU Jawa Tengah Dr. Abu Hafsin MA, berlaku sebagai Inspektur Apel menyatakan sangat bangga terhadap kader-kader yang datang ke pantai Petanahan ini. “Saya tidak menyangka yang datang akan sebanyak ini.
Saya sangat bangga, dan saya yakin ke depan NU di Jawa Tengah akan semakin maju, dan ini semua berada di pundak para kader, Peran militan para kader juga dituntut untuk siap dalam membela NU dan NKRI.
Siap?” tutur Abu Hafsin dalam amanatnya yang disambut teriakan “Siaaap”.
As’ad Saia Ali dalam sambutannya menyampaikan bahwa perlu dilakukan perubahan terhadap undang-undang yang mana menurutnya selama ini, undang-undang di Indonesia telah menjadikan peran aparat menjadi tumpul. “Betapa tidak, seseorang yang melakukan tindakan maka, selama itu masih dalam pikiran, tulisan, ujaran, selama belum menimbulkan kerusuhan, belum bisa ditindak.
Ini harus diubah.” Tutur As’ad.
Kegiatan apel ini dirangkai dengan Mujahadah pada malam Ahad sebelum Apel Akbar. Mujahadah dipimpin oleh KH. Baqo Arifin dari Magelang.
Yang menyampaikan ijazah yang mutawatir dan mengirimkan fatihah kepada Nabi Khidir yang menguasai lautan, itulah mengapa kegiatan dilakukan di bibir pantai langsung berhadapan dengan laut selatan.
Semangat kader seakan menggarkan debur ombak yang terus-menerus menerjang pantai, meski dihadang dan dihalangi. Demikian juga siapapun yang akan merusak NU dan NKRI akan dihadap oleh kader NU seperti ombak yang senantiasa menerjang.